Palangka Raya, kaltengberkah.id – Gugurnya tiga anggota kepolisian di Kabupaten Katingan dalam tugas menyisakan duka mendalam bagi berbagai pihak. Ungkapan rasa belasungkawa yang mendalam mengalir dari kalangan legislatif atas tragedi memilukan tersebut.
“Tentunya kita turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga orang anggota kepolisian,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, dalam keterangannya pada Rabu (8/7/2026).
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Katingan, Nafsiah menyebut insiden berdarah ini sebagai pukulan yang sangat berat bagi daerah.
“Kepergian mereka itu kan sebuah kehilangan besar. Tidak hanya bagi institusi Polri, tapi juga masyarakat Katingan dan bagi kita semuanya di Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Pengorbanan para personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ditegaskannya akan selalu dikenang sebagai bentuk pengabdian tertinggi. Namun di sisi lain, tragedi memilukan ini sekaligus menjadi alarm keras yang menyoroti kondisi darurat peredaran narkoba di wilayah Kalteng yang harus segera ditangani secara serius.
“Ini sebetulnya sudah merupakan ancaman yang sangat besar, yang harus dihadapi itu secara bersama-sama,” tegas Nafsiah.
Menurut srikandi Partai Golkar ini, agenda pemberantasan narkoba tidak akan pernah berjalan maksimal jika hanya mengandalkan pergerakan dari satu atau dua instansi saja di lapangan.
“Jadi tidak bisa institusi per institusi saja. Kalau hanya dibebankan kepada kepolisian atau BNN, tentu ini menjadi hal yang cukup berat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Nafsiah mendorong adanya keterlibatan aktif dari seluruh lapisan dan elemen masyarakat agar sinergi pemberantasan dapat berjalan jauh lebih kuat dan masif.
“Menurut kami ini merupakan tanggung jawab keseluruhan elemen. Mulai dari pemerintah daerah, provinsi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, sekolah-sekolah, dan masyarakat luas,” ucapnya.
Di samping tindakan hukum yang tegas dari aparat penegak hukum, upaya edukasi serta pencegahan sejak dini juga dimintanya untuk terus digencarkan tanpa henti.
“Kita meminta kepada pemerintah daerah dan instansi terkait, sosialisasi itu harus terus digempur dan diperbanyak,” kata Nafsiah.
Ia juga secara khusus mewanti-wanti pihak eksekutif agar program sosialisasi bahaya narkotika tidak hanya menumpuk di kawasan perkotaan saja, melainkan harus mampu menyentuh zona-zona pelosok.
“Terutama jangan terpusat di perkotaan aja, karena peredaran narkoba ini tidak hanya di perkotaan. Di ladang-ladang karet, di dalam-dalam pedesaan itu, justru di sana juga sudah sangat mengkhawatirkan,” pungkas Nafsiah. (Red)


















