Hadirnya Gubernur Kalteng selaku eksekutor kebijakan secara langsung sangat diharapkan dalam bentuk audiensi sebagai tindak lanjut dari aksi ini, tambah Junaidi.
“Harapan kita nanti kegiatan ini ada tindak lanjut di mana Pak Gubernur bisa hadir langsung, sehingga eksekusinya bisa dilaksanakan,” tambahnya.
Mengenai nasib para mahasiswa pengunjuk rasa pasca-lulus dari perguruan tinggi kelak, menjadi hal menarik yang disoroti oleh politisi dewan tersebut dalam pertemuan itu.
“Yang kita rumuskan sekarang bukan hanya masalah saat ini. Mahasiswa yang masih kuliah, kira-kira setelah lulus nanti jadi apa? Ini perlu dirumuskan bersama-sama pemerintah, ” tuturnya.
Dampak jangka panjang agar tidak memicu lahirnya pengangguran terdidik yang baru harus menjadi fokus utama dalam perumusan kebijakan pendidikan dan ekonomi, tekannya.
“Jangan sampai hari ini kita demo memperjuangkan rakyat, tapi besok setelah lulus kuliah justru jadi pengangguran,” ungkapnya.
Proses pembicaraan kebijakan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan tenaga kerja secara konkret dengan pengawalan penuh dari pihak legislatif karena itu disarankan oleh Junaidi agar segera mendudukkan mahasiswa, OKP, serta pemerintah daerah dalam satu meja. (Red)


















