Kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di Bumi Tambun Bungai tercermin nyata lewat kehadiran lintas elemen dalam kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut, yang turut dihadiri Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, serta berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan tokoh adat.
Sarana mempererat persaudaraan serta memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah menjadi esensi penting dari momentum Dharma Shanti, dan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan semata, sampaikan Arton.
“Nilai-nilai budaya serta spiritual merupakan fondasi strategis dalam pembangunan daerah,” tegas Arton.
Agar hasil pembangunan bisa berjalan lebih berkelanjutan, penguatan moral, budaya, dan spiritual masyarakat harus berjalan seiringan karena pembangunan tidak cukup jika hanya berfokus pada aspek fisik serta ekonomi saja, tutur politisi PDI-P ini.
Kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dinilainya bersumber dari kesadaran kolektif yang dilandasi nilai spiritual, seiring dengan apresiasi yang disampaikannya atas terjaganya kerukunan umat beragama di Kalteng hingga saat ini.
“Kesadaran kolektif yang berlandaskan spiritualitas akan menciptakan keharmonisan sosial yang menjadi modal utama kemajuan Kalteng,” tandasnya. (Red)


















