Palangka Raya, kaltengberkah.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur TNI dan Polri menegaskan komitmen memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui konferensi pers resmi di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Senin (24/8/2026).
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa kondisi karhutla di lapangan masih terkendali berkat sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat, serta pihak terkait. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meninjau langsung situasi di Kalteng, memberikan apresiasi atas langkah penanganan yang berjalan baik.
Data akumulasi sejak Januari 2026 mencatat 22.203 hotspot dan 1.739 fire spot, dengan luas lahan terbakar mencapai 7.634 hektare. Meski fenomena El Nino 2026 tergolong kuat, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kejadian besar tahun 1997 yang mencapai sekitar dua juta hektare.
Kapolda Kalteng, Iwan Kurniawan, menegaskan penguatan personel terus dilakukan, termasuk melibatkan 29 kelompok relawan pemadam api dengan total sekitar 120 personel yang disebar di titik rawan. Dukungan sarana prasarana juga diperkuat, dengan distribusi 149 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 100 unit tangki air, serta tambahan bantuan pusat berupa 500 unit pompa air, alat berat, drone, dan perlengkapan pelindung diri.
Status penanganan karhutla saat ini tetap Siaga Darurat, belum ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat, karena aktivitas masyarakat, pendidikan, pemerintahan, dan perekonomian masih berjalan normal. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
“Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak, karhutla dapat dicegah sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal,” ujar Aslog Kasdam XXII/Tambun Bungai, Aji Suwijo.(Tim)


















