Palangka Raya, kaltengberkah.id – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Tomy Harijaya, menegaskan bahwa Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari konsolidasi nasional yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Forum ini menjadi wadah strategis untuk mengidentifikasi tantangan pendidikan di daerah sekaligus merumuskan langkah-langkah nyata mendukung program prioritas nasional.
“BPMP hadir sebagai penghubung kebijakan pusat dengan implementasi di daerah. Konsolidasi ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi ruang untuk menyatukan komitmen, menyelaraskan strategi, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada satuan pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujar Tomy Harijaya, Selasa (3/3/2026).
Ia menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis data. Beberapa agenda prioritas yang diusung antara lain:
- Pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan,
- Peningkatan kualitas pembelajaran,
- Digitalisasi pendidikan, termasuk coding dan kecerdasan artifisial,
- Rencana pengembangan sekolah terintegrasi di setiap kabupaten/kota.
Tomy juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah daerah, DPRD, maupun instansi vertikal, agar setiap program dapat berjalan efektif. “Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi adalah kunci agar anak-anak Kalimantan Tengah mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu dan merata,” tambahnya.
Konsolidasi ini dihadiri unsur Forkopimda, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Kemendagri, Balai Bahasa, BPMP Provinsi Jawa Barat, serta kepala perangkat daerah dan instansi vertikal. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah.(Red)














