Densus 88 AT Polri Gandeng Keuskupan Palangka Raya Perkuat Pencegahan Radikalisme di Kalimantan Tengah

Palangka Raya, kaltengberkah.id – Densus 88 Antiteror Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah menjalin sinergi dengan tokoh agama Katolik dalam upaya memperkuat pencegahan radikalisme dan terorisme, khususnya yang menyasar anak-anak melalui media sosial.

Kegiatan ini ditandai dengan kehadiran Densus 88 dalam Pertemuan Pastores Keuskupan Palangka Raya Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya, Jumat (6/2/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F., bersama para pastor dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam forum tersebut, Katim Unit Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono, menyampaikan materi mengenai strategi pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di era digital. Ia menegaskan bahwa pola penyebaran ideologi kekerasan kini semakin masif melalui dunia maya dan bahkan menyasar anak-anak di bawah umur.

“Sekarang ini penyebaran paham radikalisme, kekerasan, hingga konten sadistis sudah menyasar anak-anak lewat media sosial. Ini ancaman serius yang perlu diwaspadai bersama,” ujar Iptu Ganjar.

Densus 88 menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam melakukan deteksi dini serta pencegahan langsung di tingkat jemaat. Pendekatan keagamaan dinilai efektif untuk memutus mata rantai penyebaran ideologi kekerasan.

Melalui kolaborasi ini, Densus 88 berharap ruang gerak penyebaran paham terorisme dapat dipersempit sekaligus memperkuat ketahanan umat terhadap pengaruh ideologi yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa. Keikutsertaan aktif tokoh agama menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif serta menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dan kondusif.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!